Manusia dan Kebudayaan

Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Manusia dalam kesehariannya tidak akan lepas dari kebudayaan, karena manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan itu sendiri, di mana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya.

Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan. Rasa saling menghormati dan menghargai akan tumbuh apabila antar sesama manusia menjujung tinggi kebudayaan sebagai alat pemersatu kehidupan, alat komunikasi antar sesama dan sebagai ciri khas suatu kelompok masyarakat. Karena setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, oleh sebab itu kebudayaan berperan penting bagi kehidupan manusia dan menjadi alat untuk bersosialisasi dengan manusia yang lain dan pada akhirnya menjadi ciri khas suatu kelompok manusia.

Terdapat 9 materi dalam pembahasan manusia dan kebudayaan, yaitu sebagai berikut :

  1. Pengertian Manusia

Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu“), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.

Menurut Omar Mohammad Al-toumy Al-syaibany :

  • Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.

Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia

  • Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu :
  1. Jasad,
  2. Hayat.
  3. Ruh,
  4. Nafas.
  • Tiga bagian dari aparatus psikis didefinisikan dalam model struktur jiwa yaitu :
  1. Id, merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcious).
  2. Ego,struktur psikis yang berhubungan dengan konsep tentang diri, diatur oleh prinsip realitas dan ditandai oleh kemampuan untuk menoleransi frustrasi
  3. Superego, memainkan peran kritis dan moral.

2. Hakekat Manusia

Para ahli mempunyai pemahaman yang beragam dalam memahami hakekat tentang manusia, hal ini dapat kita lihat dari berbagai pendapat berikut;

  1. Charles Robert Darwin (1809-1882) : manusia sejajar dengan binatang, karena terjadinya manusia dari sebab-sebab mekanis, yaitu lewat teori descendensi (ilmu turunan) dan teori natural selection (teori pilihan alam)
  2. Ernest Haeckel (1834-1919) : manusia dalam segala hal menyerupai binatang beruas tulang belakang, yakni binatang menyusui
  3. Aristoteles (384-322) : manusia sebagai binatang yang berakal sehat yang mampu mengeluarkan pendapatnya, dan berbicara berdasarkan pikirannya (the animal than reasons). Disamping itu manusia juga binatang yang berpolitik (zoon politicon) dan binatang yang bersosial (social animal)

Dalam Islam manusia dipandang sebagai manusia, bukan sebagai binatang, karena manusia memiliki derajat yang tinggi, bertanggung jawab atas segala yang diperbuat, serta makhluk pemikul amanah yang berat. Berikut pemahaman para pemikir Islam tentang manusia;

Al-Farabi, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd menyatakan bahwa hakekat manusia itu terdiri dari dua komponen penting, yaitu;

  1.  Komponen jasad. Komponen ini berasal dari alam ciptaan yang mempunyai bentuk, rupa, berkualitas, berkadar, bergerak dan diam, serta berjasad dan terdiri atas organ
  2.  Komponen jiwa. Komponen jiwa berasal dari alam perintah (alam kholiq) yang mempunyai sifat berbeda dengan jasad manusia. Hal ini karena jiwa merupakan roh dari perintah Tuhan walaupun tidak menyamai Dzat-Nya. Menurut al-Ghazali, jiwa ini dapat berfikir, mengingat, mengetahui, dan sebagainya, sedangkan unsur jiwa merupakan unsur rohani sebagai penggerak jasad untuk melakukan kerjanya yang termasuk alam ghaib.

Dapat disimpulkan bahwa hakekat manusia adalah sebagai berikut :

  1. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
  2. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
  3. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
  4. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
  5. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
  6. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
  7. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
  8. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

3. Kepribadian Bangsa Timur

Manusia dimuka bumi ini mendiami wilayah yang berbeda, ada yang mendiami wilayah timur, wilayah barat dan wilayah timur tengah. Hal ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Negara Indonesia termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik, bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang dari wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur.

Kepribadian bangsa timur juga sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama. Agama memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kepribadian seseorang. Ajaran-ajaran agama dan nilai serta norma yang diberikan membentuk kebudayaan bangsa timur.

Bangsa Timur sangat mempertahankan kebudayaan yang dimiliki, pada umumnya bangsa timur kaya akan budaya dan melestarikannya. Kehidupan supranatural dan mistik masih terasa kuat, karena masyarakat sendiri memeliharanya. Dan kepercayaan-kepercayaan pada hal supranatural lebih kuat dibanding bangsa barat.

Dilihat dari cara berpakaian pun menunjukkan kepribadian bangsa timur yang cenderung sopan serta tertutup, meskipun dewasa ini akibat pengaruh globalisasi segalanya telah berubah, tapi pada dasarnya dilihat dari cara berpakaian masih tergolong mayoritas sopan.

4. Pengertian Kebudayaan

grebek – sekaten

Kebudayaan dalam arti sempit ialah kesenian. Sebaliknya, banyak orang termasuk para ahli ilmu sosial mengartikan kebudayaan dalam konsep yang luas yaitu seluruh total pikiran, karya, dan hasil karya manusia yang tidak berakar pada nalurinya dan bisa dicetuskan sesudah manusia melakukan proses belajar. Selain itu konsep kebudayaan dipecah lagi dalam unsur-unsurnya, dan unsur yang paling besar adalah unsur universal. Unsur-unsur universal tersebut menggambarkan kontinuum dari unsur-unsur yang paling sukar berubah ke unsur yang lebih mudah berubah.

Kebudayaan juga mempunyai tiga wujud :

  1. Wujud pertama adalah wujud idel dari kebudayaan yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diraba. Wujud ini terletak di dalam kepala atau tepatnya adalah pikiran dari masyarakat di mana kebudayaan tersebut hidup. Kebudayaan ini disebut juga adat tata kelakuan.
  2. Wujud kedua sering disebut sistem nasional yaitu mengenai kelakuan berperilaku dan berpola manusia itu sendiri.
  3. Wujud ketiga yaitu kebudayaan fisik, wujud ini memerlukan keterangan banyak karena merupakan total hasil fisik dan karya semua manusia dalam masyarakat. Wujud kebudayaan ketiga ini sifatnya paling konkret.

5. Unsur – Unsur Kebudayaan

Adanya perbedaan wujud kebudayaan antara satu budaya dengan budaya lain, disebabkan karena dalam masyarakat terdiri atas berbagai unsur, baik yang besar maupun yang kecil yang membentuk satu kesatuan. Ada banyak pendapat tentang unsur-unsur yang membentuk suatu kebudayaan. Diantaranya :

Melville J. Herskovits, unsur – unsur kebudayaan terdiri atas sebagai berikut :

  • Alat-alat teknologi.
  • System ekonomi.
  • Keluarga.
  • Kekuasaan politik.

2. Bronislaw Malinowski, menyebutkan unsure-unsur kebudayaan, sebagai berikut :

  1. system norma-norma yang memungkinkan kerjasama antar anggota masyarakat agar
  2. menguasai alam sekelilingnya.
  3. organisasi ekonomi.
  4. alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan, perlu diingat
  5. bahwa keluarga adalah lembiga pendidikan yang utama.
  6. organisasi kekuatan.

3. C. Kluckhohn, berpendapat bahwa terdapat tujuh unsure kebudayaan yang bersifat universal (cultural universal), yaitu:

  1. system religi
  2. system pengetahuan
  3. system matapencaharian hidup
  4. system peralatan hidup atau teknologi
  5. organisasi kemasyarakatan
  6. bahasa
  7. Kesenian

Wujud system budaya dari unsur kebudayaan universal berupa adat dan pada tahap pertamanya adat dapat diperinci lagi menjadi beberapa kompleks budaya. Kompleks budaya dapat diperinci lagi menjadi menjadi tema budaya. Akhirnya pada tahap ketiga tiap tema budaya dapat diperinci dalam gagasan.

6. Wujud Kebudayaan

Wujud kebudayaan adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola. Demikian pula J.J. Hogmann dalam bukunya The World of Man (1959) membagi budaya dalam tiga wujud, yaitu : ideas, activities, and artifact. Sejalan dengan pikiran para ahli tersebut, Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu :

  1. Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai-nilai, norma, dan peraturan. Wujud tersebut menunjukkan wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang, ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran. Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat Kesimpulannya, budaya ideal ini adalah merupakan perwujudan dan kebudayaan yang bersifat abstrak.
  2. Wujud kebudayaan sebagai suatu komplek aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena rnenyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem sosial ini terdapat aktivitas– aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Kesimpulannya, sistem sosial ini merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk perilaku dan bahasa.
  3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud yang terakhir ini disebut pula kebudayaan fisik. Dimana wujud budaya ini hampir seluruhnya merupakan hasil fisik Sifatnya paling konkret dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat dan difoto yang berujud besar ataupun kecil. Contohnya : candi Borobudur (besar), baju, dan jarum jahit (kecil), teknik bangunan . Kesimpulannya, kebudayaan fisik ini merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk materi/artefak.

Berdasarkan penggolongan wujud budaya tersebut, maka wujud kebudayaan dapat dikelompokkan menjadi :

  • Budaya yang bersifat Abstrak

budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam pikiran manusia, sehingga tidak dapat diraba atau difoto. Karena terwujud sebagai ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturanperaturan dan cita-cita. Dengan demikian, budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari budaya.

  • Budaya yang bersifat Konkret

Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau perbuatan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang terlihat secara kasat mata. Sebagaimana disebutkan Koentjaraningrat wujud budaya konkret ini dengan system social dan fisik, yang terdiri dari : perilaku, bahasa dan materi.

7. Orientasi Nilai Budaya

Orientasi nilai budaya atau yang bisa juga disebut sebagai sistem nilai budaya adalah konsep – konsep yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar masyarakat yang berkaitan dengan apa yang diinginkan, pantas, dan berharga, yang mempengaruhi individu yang memilikinya dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.

Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

1. Masalah mengenai hakikat dari hidup manusia (HK).

  1. Hidup itu buruk.
  2. Hidup itu baik.
  3. Hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu menjadi baik.

2. Masalah mengenai hakikat dari karya manusia (MK).

  1. Karya itu nafkah hidup.
  2. Karya itu untuk kedudukan, kehormatan, dsb.
  3. Karya itu untuk menambah karya.

3. Masalah mengenai hakikat dari kehidupan manusia dalam ruang waktu (MW).

  1. Orientasi ke masa kini.
  2. Orientasi ke masa lalu.
  3. Orientasi ke masa depan.

4. Masalah mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya (MA).

  1. Manusia tunduk kepada alam yang dahsyat.
  2. Manusia menjaga keselarasan dengan alam.
  3. Manusia berusaha menguasai alam.

5. Masalah mengenai hakikat dari hubungan manusia dengan sesamanya (MM).

  1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya (berjiwa gotong royong).
  2. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh – tokoh atasan dan berpangkat.
  3. Individualisme menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri.

8. Unsur – Unsur Kebudayaan

Perubahan budaya sebenarnya lebih mengacu pada sebuah perubahan dalam proses tata sosial dalam masyarakat. Beberapa perubahan budaya ini termasuk juga perubahan dalam lingkungan, lembaga, perilaku dan juga hubungan sosial. Selain itu, perubahan budaya juga bisa mengacu pada gagasan untuk sebuah kemajuan sosial dan juga evolusi sosial dan budaya.

Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut :

  1. Samuel Koenig

Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab internal maupun eksternal.

2. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin

Perubahan kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut.

3. Selo Soemardjan

Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

4. Kingsley Davis

Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.

 Adapun faktor-faktor internal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.

  • Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku.
  • Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yang berlaku.
  • Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
  • Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk.
  • Faktor-faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
  • Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.
  • Timbulnya peperangan.
  • Kontak dengan masyarakat lain.

9. Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Bergotong-royong

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :

  1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
  3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.

Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:

  1. penganut kebudayaan
  2. pembawa kebudayaan
  3. manipulator kebudayaan, dan
  4. pencipta kebudayaan

Referensi :

Mustopo, M. Habib, 1990, Manusia dan budaya kumpulan esay, Surabaya, Usaha Nasonal.
Soekanto Sorjono; 1990, sosiologi suatu pengantar, Jakarta, Rajawali Pers.
MP. Suyadi, Drs, 1990, Ilmu Budaya Dasar; Modul UT, Jakarta, PT Karunika.
Koentjaraningrat (Ed) , 2002, Kebudayaan, Mentalis dan Pembangunan, Jakarta, PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA.
Muhamad Kadir SH, 1990, Ilmu Budaya Dasar, Jakarta, Fajar Agung.
Koentjaraningrat (Ed), 1975, Manusia dan Kebudayaan di Indoensia, Jakarta Jambatan.
Sitompul, A.A, 1993, Manusia dan Budaya, Jakarta, Gunung Mulia.
http://vanillabluse.blogspot.com/2014/05/makalah-manusia-dan-kebudayaan.html
http://nudistaku.blogspot.com/2013/10/makalah-hubungan-manusia-dan-kebudayaan_6.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
https://id.wikipedia.org/wiki/Ego
https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_budaya
http://www.definisi-pengertian.com/2015/12/pengertian-manusia-definisi-menurut-ahli.html
https://www.uin-malang.ac.id/blog/post/read/131101/hakekat-manusia-dan-implikasinya-dalam-pendidikan.html
http://indahastrid.blogspot.com/2010/11/kepribadian-bangsa-timur.html
http://yessicasuvanni4.blogspot.com/2017/01/orientasi-nilai-budaya-orientasinilai.html?m=1
https://rangkumanmateriips.blogspot.com/2014/09/pengertian-perubahan-kebudayaan.html

Leave a comment